Selasa, 28 Mei 2013
puisi karya Chairil Anwar
PUISI KEHIDUPAN
Hari hari lewat, pelan tapi pasti
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru
Karena aku akan membuka lembaran baru
Untuk sisa jatah umurku yang baru
Daun gugur satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Umurku bertambah satu-satu
Semua terjadi karena ijin Allah
Tapi… coba aku tengok kebelakang
Ternyata aku masih banyak berhutang
Ya, berhutang pada diriku
Karena ibadahku masih pas-pasan
Kuraba dahiku
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk
Kutimbang keinginanku….
Hmm… masih lebih besar duniawiku
Ya Allah
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?
Ya Allah….
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah…
Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang…
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…
Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana…
Ya Allah,
Ijikanlah
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
LAPORAN PPL DESKRIPSI SEKOLAH
DESKRIPSI
SEKOLAH
A.
Latar
Belakang Sekolah
Kurikulum
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan
potensi sekolah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh karena itu,
kurikulum disusun untuk memungkinkan kesesuaian program pendidikan dengan
kebutuhan dan potensi daerah Kota Bogor.
Pengembangan
kurikulum di SDN Lawanggintung 1 Bogor mengacu kepada Standar Nasional
Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional, yaitu mengenai
pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pembiayaan,
dan pengelolaan pendidikan. Dua dari kedelapan Standar Nasional Pendidikan
tersebut yaitu, Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan merupakan acuan
pertama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Keberhasilan
penyelenggaraan pendidikan di SDN Lawanggintung 1 Bogor apabila kegiatan
pembelajaran mampu membentuk pola tingkah laku peserta didik sesuai dengan
tujuan pendidikan, serta dapat dievaluasi melalui pengukuran tes dan non tes.
Proses pembelajaran akan tetap efektif apabila dilakukan melalui persiapan yang
cukup dan terencana
B.
Visi,
Misi, dan Tujuan Sekolah
Berdasarkan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 3 menyebutkan: ”Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab”.
SDN
Lawanggingtung 1 sebagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
pada jalur pendidikan formal memiliki visi, misi, dan tujuan sekolah. Berikut
ini akan diuraikan visi, misi, dan tujuan sekolah:
VISI :
Membina
akhlak, meraih prestasi, berwawasan global yang dilandasi nilai-nilai budaya
luhur sesuai dengan ajaran agama.
MISI :
1. Menanamkan
keyakinan/akidah melalui pengamalan
ajaran agama.
2. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan
3. Mengembangkan
pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni budaya sesuai dengan
bakat, minat, dan potensi siswa.
4. Menjalin
kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.
TUJUAN:
Tujuan
pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut. Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut, maka tujuan
Sekolah Dasar Negeri Lawanggintung 1 adalah sebagai berikut:
1. Dapat
mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan;
2. Meraih prestasi akademik maupun non-akademik minimal
tingkat kota;
3. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi
sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi;
4. Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan
masyarakat sekitar;
Menjadi sekolah yang diminati di masyarakat.
C.
Keadaan
Sekolah
SDN
Lawanggintung 1 terletak di Jalan Lawanggintung No. 22, Kelurahan
Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Sekolah yang didirikan pada tahun 1966 ini dibangun pada tanah seluas 1593 m2,
dengan luas bangunan 862 m2 dan luas halaman 728 m2. Nomor Induk Sekolah Nasional SDN
Lawanggintung 1 adalah 10 10 26 10 20
10. Saat ini SDN Lawanggintung 1 dikepalai oleh Bapak Mohamad Nurdin, S.Pd, M.M.
Sekolah yang memiliki lokasi cukup strategis, terletak di
tengah kota membuatnya mudah untuk dicapai dari daerah manapun di sekitar Kota
Bogor. Sekolah ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua, roda empat, ataupun
lebih. Kelebihan lainnya sekolah ini dilalui oleh beberapa trayek angkot,
diantaranya angkot 02 (Sukasari – Bubulak/ Pasar Bogor), 14 (Sukasari – Pasir
Kuda), 10 (Sukasari – Merdeka), 01 (Cipinanggading – Merdeka), 04 (Ramayana –
Bogor), 04A (Cihideung – Bogor), serta angkot jurusan Bogor – Cisarua, Bogor –
Cibedug, dan Bogor – Cicurug, sehingga masyarakat dari kalangan manapun dapat
mencapai sekolah ini dengan mudah.
D. Sarana
dan Prasana Sekolah
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar
Nasional Pendidikan BAB VII Standar Sarana dan Prasarana, Pasal 42 ayat (1)
menyebutkan: ”Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi
perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar
lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang
proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan”.
Sekolah ini dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung
kegiatan pembelajaran, salah satunya adalah buku sumber belajar, yang
disediakan dalam rangka pencapaian tujuan nasional pendidikan pada umumnya.
Pada tabel berikut ini akan dipaparkan jumlah buku sumber belajar yang tersedia
di SDN Lawanggintung 1:
Tabel 2.1 Buku Sumber Belajar SDN Lawanggintung 1
|
Prasarana
|
Kelas
|
Jumlah
|
|||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
||
|
Buku Pokok
|
458
|
447
|
670
|
688
|
722
|
585
|
3570
|
|
Buku Penunjang
|
20
|
26
|
32
|
37
|
39
|
48
|
202
|
|
Buku Bacaan
|
45
|
62
|
67
|
148
|
63
|
77
|
402
|
Pada Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 42 ayat (2) menyebutkan: ”Setiap satuan
pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang
pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi
daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat
berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan”.
Sekolah yang memiliki bangunan dengan luas 862
m2 ini memiliki fasilitas ruangan yang cukup lengkap yang terdiri
atas, 8 ruang kelas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, ruang guru, ruang
kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang UKS, 2 WC guru, 7 WC siswa, mushola,
laboratorium komputer, ruang tata usaha, rumah penjaga sekolah, kantin sekolah,
dan dapur sekolah.
Tabel 2.2 Ruangan
SDN Lawanggintung 1
|
No.
|
Nama
Ruang
|
Jumlah
|
Ukuran
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
|
Ruang
Belajar
Ruang Guru
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Perpustakaan
Ruang UKS
WC Guru
WC Siswa
Mushola
Ruang Komputer
Ruang Tata Usaha
Rumah Penjaga Sekolah
Kantin Sekolah
Dapur
Sekolah
|
8
1
1
1
1
2
7
1
1
1
1
1
1
|
8x ( 7m x 8 m )
7 m x 5 m
4 m x 4 m
5 m x 4 m
3m 4 m
2 x ( 1m x 1,5 m )
7 x ( 1m x 1,5 m )
5 m x 4 m
8 m x 6 m
4 m x 4 m
5 m x 6m
3 m x 9 m
1,5 m x 5 m
|
E.
Struktur
Organisasi Sekolah
SDN
Lawanggintung 1 sebagai satuan pendidikan formal, memiliki struktur organisasi
untuk mendukung terselenggaranya proses pembelajaran yang teratur dan
berkelanjutan. Struktur organisasi tersebut terbentuk dengan adanya pendidik
dan tenaga kependidikan.
Hal
tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun
2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 30 Ayat (2) yang berbunyi:
“Pendidik pada SD/MI sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas dan guru mata
pelajaran yang penugasannya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan
sesuai dengan keperluan”. Standar mengenai tenaga pendidikan selanjutnya
disebutkan pada Pasal 35 Ayat (1) poin b: “Tenaga kependidikan pada SD/MI atau
bentuk lain yang sederajat sekurang-kurangnya terdiri atas kepala
sekolah/madrasah, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, dan tenaga
kebersihan sekolah/madrasah”.
Berikut
ini akan dipaparkan data pendidik dan tenaga pendidikan di SDN Lawanggintung 1.
Tabel 2.3 Data Pendidik dan Tenaga
Kependidikan SDN Lawanggintung 1
|
No.
|
Jenis
Pegawai
|
PNS
|
Non PNS
|
Jumlah
|
|
1
2
3
4
5
|
Kepala
Sekolah
Guru Kelas
Guru
Bidang Studi
Pegawai
Tata Usaha
Penjaga Sekolah
|
1
8
5
-
-
|
-
6
6
2
2
|
1
14
11
2
2
|
|
|
Jumlah
|
14
|
16
|
30
|
Secara
lebih rinci selanjutnya akan dipaparkan struktur organisasi pendidik dan tenaga
kependidikan di SDN Lawanggintung 1.
Tabel 2.4 Struktur
Organisasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
|
No.
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
|
Mohamad Nurdin, S.Pd, M.M
Lilik Ernawati, S.Pd
Lita Handayani
Sri Yuliani, S.Pd
Sumini, S.Pd
Agus Susanto, S.Pd
Wily Agusliyana. P, S.Pd
Tri Handayani, S.Pd
Sri wahyuni, S.Pd, SD
Lilis Holiati, S.Pd
Daryani, S.Pd, SD
Tutiana, S.Pd
Neni Noviarti, S.Pd
Elis Indrayani, S.Pd
Budi Astuti, S.Pd
Lilis Gustiyanti, S.Pd
Tuni Paraharjo, S.Pd
E. Nur Sa’adah
Kosim Somad, S.Ag, M.M
Imam Hamdani
Junani S.R, S.Ag, M.Pd
Rina Nurlina
Fitria Rahman
Suryadinata
Suryadi
Resti Mariana
M. Effendi
Enda
Soeparman
|
Kepala
Sekolah
Guru Kelas
1/A
Guru Kelas
1/B
Guru Kelas
1/C
Guru Kelas
2/A
Guru Kelas
2/B
Guru Kelas
2/C
Guru Kelas
3/A
Guru Kelas
3/B
Guru Kelas
4/A
Guru Kelas
4/B
Guru Kelas
5/A
Guru Kelas
5/B
Guru Kelas
6/A
Guru Kelas
6/B
Guru Olahraga
Kelas 1-3
Guru Olahraga
Kelas 4-6
Guru Agama Kelas1-3
Guru Agama
Kelas 4-6
Guru SBK
Kelas 3-6
Guru B.
Inggris Kelas 1,2,5,6
Guru B.
Inggris Kelas 3-4
Guru PLH
Guru BTQ
Tata Usaha
Tata Usaha
Penjaga
Sekolah
Penjaga
Sekolah
Penjaga Sekolah
|
F.
Keadaan
Peserta Didik
Peserta
didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis
pendidikan tertentu. Peserta didik merupakan subjek utama dalam penyelenggaraan
suatu satuan pendidikan.
SDN
Lawanggintung 1 yang letaknya sangat strategis, terletak di tengah-tengah kota,
dekat dengan pemukiman penduduk, dan mudah dilalui kendaraan baik kendaraan
pribadi maupun kendaraan umum roda dua, roda empat ataupun lebih, membuat
sekolah ini diminati oleh banyak orang. Pada tahun pelajaran 2012-2013 sekolah
ini mempunyai jumlah peserta didik sebanyak 539 siswa. Untuk lebih jelasnya,
data peserta didik tersebut akan dipaparkan pada tabel berikut:
Tabel 2.5 Data
Peserta Didik Tahun Pelajaran 2012-2013
|
Kelas
|
Kelas
|
|||||||||||||
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
V
|
VI
|
|||||||||
|
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
C
|
A
|
B
|
A
|
B
|
A
|
B
|
A
|
B
|
|
|
Jumlah
siswa
|
34
|
32
|
30
|
39
|
37
|
30
|
40
|
40
|
41
|
40
|
42
|
43
|
45
|
46
|
|
Total
|
96
|
106
|
80
|
81
|
85
|
91
|
||||||||
|
539
|
||||||||||||||
G.
Prestasi
Sekolah
SDN
Lawanggintung 1 yang telah terakreditasi “A” ini termasuk sekolah berprestasi
di Kota Bogor. Sekolah ini banyak mengikuti perlombaan, baik dalam bidang
akademik maupun non akademik.
Berikut
ini adalah beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh SDN Lawanggintung 1,
diantaranya:
1. Juara
I “Lomba Murid Berprestasi” se-Kecamatan Bogor Selatan.
2. Juara
I “Lomba Tari Festival Kreatifitas SD”.
3. Juara
I Mendongeng Putera, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda SD”.
4. Juara
I Olimpiade IPA, pada “Festival Kreatifitas Siswa SD”.
5. Juara
I Biantara Puteri, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda SD”.
6. Juara
I Mengarang, pada “Festival Kreatifitas Siswa SD”.
7. Juara
II Biantara Putera, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda SD”.
8. Juara
II Calistung Kelas I, pada “Festival Kreatifitas Siswa SD”.
9. Juara
III Membaca Berita Bahasa Sunda Puteri, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra
Sunda SD”.
10. Juara
II Mendongeng Puteri, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda SD”.
11. Juara
III Mengarang Putera, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda SD”.
12. Juara
III Baca Tulis Aksara Sunda Putera, pada “Lomba Apresiasi Seni dan Sastra Sunda
SD”.
13. Juara
III Lomba Fashion Show Kategori SD Kelas 1-3, Claris-Foodmart 2011.
14. Juara
Harapan III Lomba Baris Berbaris Koloni Tongkat. Tingkat Pramuka Penggalang
SD/MI, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor Balaikota pada tanggal 23-24 Maret
2013.
15. Trophy
tetap Komandan KODIM 0606, Kota Bogor.
Bakat dan kemampuan yang telah dimiliki
siswa menjadi faktor utama dalam keberhasilan yang diraih pada setiap kegiatan
lomba yang diadakan, peran serta guru sebagai pendidik sekaligus orang tua di
sekolah menjadi pendukung terbesar bagi keberhasilan siswa tersebut. Hal ini
sesuai dengan motto pendidikan yaitu, Tut Wuri Handayani yang berarti di
belakang memberi dorongan.
Motivasi dan dorongan dari guru dapat
membuat siswa menjadi lebih yakin dan percaya diri dalam mengikuti setiap
perlombaan yang diselenggarakan, sehingga pada akhirnya prestasi yang diraih
oleh siswa dapat meningkatkan image
baik sekolah di masyarakat, secara tidak langsung sekolah tersebut dapat
dikatakan sekolah berprestasi dan menjadi sekolah favorit.
Langganan:
Postingan (Atom)